Ketika Mertua Doyan Nonton Drama Korea
Pasti menyenangkan bila punya sahabat nonton drama Koreadi rumah. Bisa diskusi bahkan begadang bareng buat maraton drakor. Tapi bagaimana kalau nonton bareng drakor bareng ibu mertua? Simak dongeng dari Regita berikut.
—
Ibu mertuaku hobi nonton drama korea semenjak awal tahun ini. Ceritanya, saat itu saya lagi demen banget nonton serial Goblin di Netflix. Paling nggak besar lengan berkuasa lihat senyum manisnya si Gong Yoo yang mengalihkan duniaku. Saking gemasnya, saya jadi tonton drama itu berulang-ulang.
Karena saya nonton serial Goblin lewat smart TV di ruang tengah, ibu mertua jadi penasaran dan ikut nonton.
Dia memang tinggal bersama kami sejak ayah mertua meninggal. Untungnya, beliau bukan tipe ibu mertua yang rempong. Justru kehadirannya banyak membantu kami di rumah.
Selama kami nonton bareng drakor Goblin pun asyik. Ibu bahkan sesekali menyiapkan makanan ringan untuk sobat nonton, ibarat kentang goreng atau sosis. Komentarnya juga lucu setiap huruf yang dibencinya muncul.
“Aduh tantenya Ji Eun-Tak ini jahat banget ya. Pengen ibu tampol rasanya,” ungkapnya. Nonton drama Korea berasa nonton sinetron bila bareng ibu mertua.
Tapi situasi jadi kurang asyik bila saya dan ibu mertua lagi nonton seri drakor yang berbeda. Ini alasannya yakni.
Selama work from home, saya punya lebih banyak waktu luang buat nonton drakor. Begadang buat maraton 5 episode pun saya jabanin, alasannya besok nggak harus bangun pagi buat ngantor. Alhasil, saya menuntaskan satu serial drama lebih cepat dari ibu mertua yang anti-begadang.
Ibu mertua kini masih nonton drama Because This is My First Life. Baru hingga episode 6. Sementara saya, lagi nonton Crash Landing on You.
Sayangnya, smart TV di rumah kami cuma ada satu. Aku dan ibu mertua jadi berebut TV buat nonton drakor di Netflix.
“Regita, ibu mau nonton See-hee. Dari kemarin nggak sempet. Ibu ganti ya?” Tanyanya sambil menyebut abjad drakor favoritnya.
“Oiya bu, ini juga mau final,” jawabku dengan setengah tulus.
Karena nggak mungkin saya menyuruh ibu nonton di handphone, kesudahannya saya yang mengalah. Jadilah saya nonton wajah tampan Hyun Bin di layar laptop atau handphone. Kurang puas bahwasanya. Kalau nonton Hyun Bin di TV seukuran 42 inch baru puas.
Kalau kami lagi nonton drakor yang berbeda, ibu mertua jarang menyebarkan kuliner ringan buatannya. Dia asyik makan kentang goreng sendiri tanpaku. Seperti nonton sinetron, ia pun jadi heboh sendiri ketika ada karakter yang bikin kesal.
Itulah kisahku dengan ibu mertua yang sama-sama doyan drama Korea. Kadang saya menyesal telah menulari mertua demam drakor, karena smart TV-ku kini jadi kekuasaannya. Bulan depan, saya harus minta ganti ke suami TV yang lebih besar. (sam)
—
Makara gimana, nih? Apakah Anda juga pernah mengalami pengalaman serupa dengan Regita? Boleh dong, diceritakan di kolom komentar. Takut namanya kebaca sama mertua? Kirim email aja! Ke: curcolsoalmertua@gmail.com

0 Response to "Ketika Mertua Doyan Nonton Drama Korea"
Post a Comment